Cara menanam melon dalam pot

225
Thanks!
An error occurred!
Download PDF

Pilih benih melon dari jenis/varietas yang anda sukai, pada umumnya menis melon ada dua macam yaitu; Melon Kuning, buahnya berwarna kuning emas polos tanpa net, yang kedua Jenis Melon yang kulit buahnya berpola seperti jaring. Setelah pemilihan Jenis sudah ditentukan benih bisa langsung ditanam di media tanam dengan cara benih ditanam sedalam 2-3 cm, setiap Pot bisa dimasuki 1-2 biji kemudian disiram secukupnya.

Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore jika tidak memungkinkan minimal sehari sekali hari harus disiram. Mengingat tanaman pada umumnya sangat membutuhkan air untuk pertumbuhanya, air selain berfungsi untuk kebutuhan tubuh tanaman air juga sebagai pengurai unsur hara sehingga mudah diserap tanaman.

Pemasanagan ajir/turus. Ketika benih sudah tumbuh dan sudah keluar daun asli (bukan daun pertama dari belahan benih) kira-kira umur 7-10 hari pasanglah ajir pada sisi tanaman. Tancapkan ajir sedalam mungkin pada sisi tanaman, tinggi ajir + 1,5 m, bahan ajir bisa bambu atau pipa paralon kecil. Fungsi ajir adalah sebagai tempat merambatnya tanaman, karena melon merupakan tanaman merambat. Pada umunya tanaman melon mempunyai sulur untuk merambat sehingga mentimun mempunyai kemampuan untuk merambat sendiri, tapi akan lebih kokoh menempel pada ajir jika diikat. Ikat tanaman pada ajir dengan cara tali disilangkan antara ajir dan tanaman sehingga membentuk angka 8, pengikatan cukup kendor saja tidak perlu terlalu ketat karena akan merusak batang tanaman. Kemudian jika sudah berbuah tambahlan ajir/turus secara menyilang sebagai penopang buah.

Pemupukan dilakukan minimal seminggu sekali. Yang perlu diprhatikan dalam pemupukan adalah : Jenis Pupuk, Waktu Pemupukan dan Dosis Pupuk. Jenis pupuk yang baik pilihlah yang mengandung unsur NPK (Nitogen, Phospor dan Kalium) atau pupuk majemuk, jenis ini sangat mudah didapat dikios-kios pertanian. Waktu pemupukan minimal setiap 3-5 hari sekali besamaan ketikan penyiraman.

Dosis dan cara pemupukan

1. Dengan cara siraman.

Pupuk dilarutkan dalam air dengan perbandingan 2 gr pupuk setiap 1 liter air, kemudian larutan pupuk tersebut disiram pada media tanam usahakan sebisa mungkin tidak mengenai batang tanaman, waktu pemupukan sebaiknya sore hari. Dosis pemupukan mengikuti umur tanaman, ketika tanaman berumur 7-15 hari satu pot cukup disiram 1 liter larutan pupuk, umur 15-20 hari 2 liter larutan, umur 25-dan seterusnya 3 liter larutan perpot tanaman. Perlu diperhatikan juga dosis pupuk juga tergantung kondisi tanaman jika dengan dosis standart tersebut tanaman kurang subur maka volume pemupukan bisa ditambah. Karena efektivitas dari pupuk juga dipengaruhi oleh media tanam.

2. Dengan cara tabur.

Pupuk ditabur atau di tanam sedalam 1-2 cm dalam media pot, letak pupuk tidak boleh terlalu dekat dengan tanaman, posisi pupuk bergantian setiap kali melakukan pemupukan. Siram tanaman jika selesai memupuk agar pupuk segera larut dan terurai,bahkan jika tidak disiram tanaman bisa layu akibatcairan tanaman terserap oleh butiran pupuk atau disebut plasmolisa. Dosis pemupukan mengikuti umur tanaman, ketika tanaman berumur 7-15 hari satu pot 2-3 gr pertanaman, umur 25-dan seterusnya 3-5 gr pertanaman. Perlu diperhatikan juga dosis pupuk juga tergantung kondisi tanaman jika dengan dosis standart tersebut tanaman kurang subur maka volume pemupukan bisa ditambah. Karena efektivitas dari pupuk juga dipengaruhi oleh media tanam.

Pencegahan Hama dan penyakit

Hama utama pada tanaman melon adalah jenis kumbang kecil berwarna kuning (orang jawa menyebutnya oteng-oteng), ulat hijau (tidak berbulu), kutu (cabuk). Pencegahan bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan cara membunuh langsung jika terlihat ada hama, kedua dengan pestisida organik, yaitu menyemprot secara rutin dengan larutan pestisida organik. Bahan-bahan yg bisa dijadikan pestisida organik adalah : minysk cengkeh, minyak sereh, daun sirsat, tembakau. Caranya 20 lembar daun sirsat ditumbuk sampai halus, tambahkan segenggam tembakau (afkir dari toko tembakau juga bisa) atau kalau tidak ada bisa dengan 3 batang rokok yang murahan kemudian ditambah 0,25 liter air sampai kental (tidak terlalu banyak), kemudian diremas-remas sampai lumat, kemudian diperas dan disaring, , tambahkan 5 ml minyak cengkeh, 5 ml minyak sereh lalu tambahkan air hingga volume larutan menjadi 2 liter. Semprotkan larutan pestisida organik tersebut secara rutin 2 -3 hari sekali. Jika tidak mau ribet bisa juga dengan pestisida kimia yang bisa langsung dibeli ditoko pertanian, yang perlu diingat adalah dosis dan cara penyemprotan, lihat pentunjuk teknis pada kemasan dan atau tanyakan langsung pada penjual di toko. Perlu diperhatikan juga bahaya dari residu pemakaian pestisida kimia.

Seleksi Buah

Tanaman melon menghasilkan buah pada percangan, tiap-tiap cabang akan menghasilkan buah. Namun tidak semua buah bisa tumbuh maksimal, untuk itu diperlukan seleksi buah untuk memilih buah yang berpotensi tumbuh menjadi buah normal. Seleksi buah dilakukan ketika buah baru sebesar telor. Perlu diketahui beberapa keriteria buah yang mempunyai potensi untuk menjadi buah normal, yaitu :

1. Pilih buah antara buku/ruas ke 6-8 dihitung dari buah, pangkas cabang pada ruas ke 1 sampai ke 5 pada tanaman mulai dari awal sebelum buah membesar, begitu juga pangkas cabang ke 9 keatas. Biarkan buah dan cabang pada cabang ke 6-8 tetap tumbuh normal.

2. Diantara buah dicabang yg dipelihara pilih buah yang sehat dengan ciri-ciri: bulu buah tebal, bentuk buah lonjong sempurna, dan tidak ada cacat.

3. Pilih 1 buah saja setiap cabang, lalu dari tiap cabang tentukan cabang mana yang akan dipelihara buahnya, cabang yang tidak terpilih langsung dipotong. Satu tanaman bisa dibuahkan maksimal 2 buah saja untuk mencapai hasil yang optimal. Jika sudah ditentukan buah yg akan dipelihara lakukan pemotongan pucuk cabang sisakan 2-3 ruas/daun diatas buah.

4. Pasang ajir/turus secara menyilang dan diikat pada ajir/turus utama sebagai penopang buah, iakt cabang yg berbah pada ajir/turus ygmenyikang

Pemetikan buah melon dapat dilakukan ketika buah sudah masak kira-kira pada umur 70-75 hari setelah tanam.

Perlu diperhatikan pemupukan tetap terus dilakukan walaupun sudah panen hal ini untuk memperpendek interval pemetikan karena buah berikutnya akan lebih cepat besar, dan masa produksi tanaman akan lebih panjang. Tanaman mentimun biasanya akan mati ketika berumur 70-80 hari setelah tanam.

Selamat mencoba !!

© 2012, DvdSilat.Com. All rights reserved.

Be Sociable, Share!

Use Facebook to Comment on this Post

0
0
  

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Cari Data
Categories